Call us now:
Ujian Tengah Semester (UTS) merupakan salah satu tolok ukur penting bagi siswa dalam mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari selama satu semester. Bagi siswa Kelas X SMA, semester kedua ini biasanya menghadirkan topik-topik matematika yang semakin menantang namun juga semakin menarik. Memahami pola soal dan konsep-konsep kunci adalah kunci untuk meraih hasil maksimal dalam UTS.
Artikel ini hadir untuk membantu Anda mempersiapkan diri menghadapi UTS Matematika Kelas X Semester 2 dengan menyajikan berbagai contoh soal yang mencakup materi-materi penting. Kita akan membahas berbagai tipe soal, mulai dari pilihan ganda hingga esai, serta memberikan sedikit panduan dalam menyelesaikannya.
Ruang Lingkup Materi Matematika Kelas X Semester 2

Sebelum melangkah ke contoh soal, mari kita ingat kembali topik-topik utama yang umumnya diajarkan di semester kedua ini. Meskipun kurikulum bisa sedikit bervariasi antar sekolah, topik-topik berikut seringkali menjadi fokus utama:
- Fungsi Kuadrat: Meliputi grafik fungsi kuadrat, menentukan akar-akar persamaan kuadrat, nilai minimum/maksimum, serta aplikasi dalam masalah nyata.
- Persamaan dan Pertidaksamaan Rasional serta Irasional: Membahas cara menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan yang melibatkan bentuk pecahan dan akar.
- Trigonometri: Pengenalan sudut, perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku, identitas trigonometri dasar, serta penerapan dalam segitiga sembarang (aturan sinus dan cosinus).
- Dimensi Tiga (Geometri Ruang): Menghitung jarak antar titik, jarak titik ke garis, dan jarak antar garis dalam bangun ruang.
Mari kita selami contoh-contoh soal yang akan mencakup cakupan materi tersebut.
Contoh Soal UTS Matematika SMA Kelas X Semester 2
Bagian A: Pilihan Ganda
Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat.
1. Fungsi Kuadrat dan Grafiknya
Grafik fungsi kuadrat $f(x) = x^2 – 6x + 8$ memotong sumbu-x di titik-titik …
A. (2, 0) dan (4, 0)
B. (-2, 0) dan (-4, 0)
C. (1, 0) dan (8, 0)
D. (-1, 0) dan (-8, 0)
E. (2, 0) dan (-4, 0)
Pembahasan:
Untuk mencari titik potong sumbu-x, kita perlu mencari nilai $x$ saat $f(x) = 0$.
$x^2 – 6x + 8 = 0$
Kita bisa memfaktorkan persamaan kuadrat ini:
$(x – 2)(x – 4) = 0$
Sehingga, $x – 2 = 0$ atau $x – 4 = 0$.
Didapatkan $x = 2$ atau $x = 4$.
Jadi, titik potong sumbu-x adalah (2, 0) dan (4, 0).
Jawaban: A
2. Nilai Minimum/Maksimum Fungsi Kuadrat
Nilai minimum dari fungsi kuadrat $f(x) = 2x^2 + 8x – 5$ adalah …
A. -13
B. -11
C. -8
D. 5
E. 13
Pembahasan:
Fungsi kuadrat $f(x) = ax^2 + bx + c$ memiliki nilai minimum jika $a > 0$. Dalam kasus ini, $a = 2$, sehingga memang ada nilai minimum.
Nilai minimum terjadi pada koordinat $x = -fracb2a$.
$x = -frac82(2) = -frac84 = -2$.
Selanjutnya, substitusikan nilai $x = -2$ ke dalam fungsi $f(x)$:
$f(-2) = 2(-2)^2 + 8(-2) – 5$
$f(-2) = 2(4) – 16 – 5$
$f(-2) = 8 – 16 – 5$
$f(-2) = -8 – 5 = -13$.
Jawaban: A
3. Persamaan Rasional
Himpunan penyelesaian dari persamaan $fracx+1x-2 = fracx+2x-3$ adalah …
A. $-5$
B. $5$
C. $-1, 5$
D. $1, 5$
E. $2, 3$
Pembahasan:
Untuk menyelesaikan persamaan rasional, kita bisa mengalikan silang kedua sisi:
$(x+1)(x-3) = (x+2)(x-2)$
$x^2 – 3x + x – 3 = x^2 – 4$
$x^2 – 2x – 3 = x^2 – 4$
Kurangi kedua sisi dengan $x^2$:
$-2x – 3 = -4$
Tambahkan 3 ke kedua sisi:
$-2x = -4 + 3$
$-2x = -1$
$x = frac-1-2 = frac12$.
Tunggu, mari kita periksa kembali soalnya. Sepertinya ada kesalahan dalam pilihan jawaban atau soalnya.
Mari kita perbaiki soalnya agar sesuai dengan pilihan yang ada, atau perbaiki pilihannya.
Asumsi: Soal seharusnya menghasilkan salah satu jawaban yang ada. Mari kita coba ubah sedikit persamaannya atau periksa kembali aljabar kita.
Aljabar sudah benar.
Kemungkinan soal asli adalah: $fracx+1x-2 = fracx+3x-1$
$(x+1)(x-1) = (x+3)(x-2)$
$x^2 – 1 = x^2 – 2x + 3x – 6$
$x^2 – 1 = x^2 + x – 6$
$-1 = x – 6$
$x = 6 – 1 = 5$.
Jika soalnya adalah $fracx+1x-2 = fracx+3x-1$, maka jawabannya adalah $5$. Ini cocok dengan pilihan B.
Mari kita asumsikan soalnya adalah:
$fracx+1x-2 = fracx+3x-1$
Maka, himpunan penyelesaiannya adalah $5$.
Jawaban: B (dengan asumsi soal yang diperbaiki)
4. Pertidaksamaan Rasional
Himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan $fracx-1x+2 le 0$ adalah …
A. $ -2 < x < 1$
B. $x $
C. $ x < -2 text atau x ge 1$
D. $ x le -2 text atau x ge 1$
E. $ -1 le x le 2$
Pembahasan:
Untuk menyelesaikan pertidaksamaan rasional, kita cari pembuat nol untuk pembilang dan penyebut.
Pembilang: $x – 1 = 0 implies x = 1$
Penyebut: $x + 2 = 0 implies x = -2$
Karena penyebut tidak boleh nol, maka $x ne -2$.
Kita buat garis bilangan dengan titik -2 dan 1.
Uji daerah:
- Ambil $x = -3$: $frac-3-1-3+2 = frac-4-1 = 4$ (positif)
- Ambil $x = 0$: $frac0-10+2 = frac-12$ (negatif)
- Ambil $x = 2$: $frac2-12+2 = frac14$ (positif)
Kita mencari daerah yang bernilai $le 0$ (negatif atau nol).
Daerah negatif adalah antara -2 dan 1.
Karena pertidaksamaan menggunakan $le$, maka nilai $x=1$ (pembilang nol) termasuk dalam penyelesaian, sedangkan $x=-2$ (penyebut nol) tidak termasuk.
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah $-2 < x le 1$.
Dalam notasi himpunan: $x $.
Tunggu, pilihan A dan B memiliki rentang yang sama tetapi tanda ketidaksamaan berbeda.
Pilihan A: $x $
Pilihan B: $x $
Berdasarkan perhitungan kita, $x=1$ seharusnya masuk. Namun, $-2$ tidak boleh masuk.
Jadi, seharusnya $-2 < x le 1$.
Tidak ada pilihan yang persis seperti ini.
Mari kita periksa kembali perhitungan dan pemahaman tanda ketidaksamaan.
Kita mencari $fracx-1x+2 le 0$.
Nilai nol pembilang: $x=1$.
Nilai nol penyebut: $x=-2$.
Garis bilangan:
---(-2)----(1)---
Uji daerah:
- $x < -2$ (misal $x=-3$): $frac-4-1 = 4 > 0$ (Positif)
- $-2 < x < 1$ (misal $x=0$): $frac-12 < 0$ (Negatif)
- $x > 1$ (misal $x=2$): $frac14 > 0$ (Positif)
Kita ingin hasil $le 0$. Maka daerahnya adalah $-2 < x < 1$.
Namun, nilai $x=1$ membuat pembilang menjadi 0, sehingga $frac01+2 = 0 le 0$. Jadi, $x=1$ termasuk.
Nilai $x=-2$ membuat penyebut menjadi 0, sehingga tidak terdefinisi. Jadi, $x=-2$ tidak termasuk.
Jadi, solusi yang benar adalah $-2 < x le 1$.
Jika kita lihat pilihan yang ada:
A. $ -2 < x < 1$ – Ini mengabaikan $x=1$.
B. $x $ – Ini memasukkan $x=-2$ yang tidak diperbolehkan.
Kemungkinan ada kesalahan pada pilihan jawaban yang diberikan.
Jika kita terpaksa memilih, pilihan A paling mendekati jika soalnya tidak memperbolehkan pembilang bernilai nol. Namun, secara matematis, $x=1$ seharusnya termasuk.
Asumsi: Akan ada soal yang sesuai dengan pilihan. Mari kita buat soal lain yang jawabannya ada di pilihan.
Soal Revisi: Himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan $fracx-1x+2 < 0$ adalah …
Dalam kasus ini, $x=1$ tidak termasuk karena tanda <. Maka, solusinya adalah $-2 < x < 1$.
Jawaban: A (dengan soal revisi)
5. Trigonometri – Perbandingan Dasar
Diketahui segitiga siku-siku ABC, dengan sudut B = 90°. Jika panjang sisi AB = 6 dan BC = 8, maka nilai $sin A$ adalah …
A. $frac35$
B. $frac45$
C. $frac53$
D. $frac54$
E. $frac34$
Pembahasan:
Pertama, kita cari panjang sisi miring AC menggunakan teorema Pythagoras:
$AC^2 = AB^2 + BC^2$
$AC^2 = 6^2 + 8^2$
$AC^2 = 36 + 64$
$AC^2 = 100$
$AC = sqrt100 = 10$.
Dalam segitiga siku-siku, $sin A = fractextsisi depan sudut Atextsisi miring$.
Sisi depan sudut A adalah BC, dan sisi miring adalah AC.
$sin A = fracBCAC = frac810 = frac45$.
Jawaban: B
6. Trigonometri – Aturan Sinus
Pada segitiga ABC, diketahui panjang sisi $a = 10$, $b = 12$, dan besar sudut $A = 30^circ$. Besar sudut $B$ adalah …
A. $36.87^circ$
B. $45^circ$
C. $60^circ$
D. $75^circ$
E. $90^circ$
Pembahasan:
Menggunakan aturan sinus:
$fracasin A = fracbsin B$
$frac10sin 30^circ = frac12sin B$
$frac101/2 = frac12sin B$
$20 = frac12sin B$
$sin B = frac1220 = frac35$.
Untuk mencari besar sudut $B$, kita cari $arcsin(frac35)$.
Menggunakan kalkulator, $arcsin(0.6) approx 36.87^circ$.
Jawaban: A
7. Dimensi Tiga – Jarak Titik ke Titik
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Jarak antara titik A dan titik G adalah …
A. $6sqrt2$ cm
B. $6sqrt3$ cm
C. $12$ cm
D. $18$ cm
E. $36$ cm
Pembahasan:
Jarak antara titik A dan G adalah diagonal ruang kubus.
Rumus diagonal ruang kubus dengan panjang rusuk $s$ adalah $d = ssqrt3$.
Dalam kasus ini, $s = 6$ cm.
Jadi, jarak A ke G adalah $6sqrt3$ cm.
Cara lain:
Misalkan A = (0,0,0), B = (6,0,0), D = (0,6,0), E = (0,0,6).
Maka G = (6,6,6).
Jarak AG = $sqrt(6-0)^2 + (6-0)^2 + (6-0)^2$
Jarak AG = $sqrt6^2 + 6^2 + 6^2 = sqrt3 times 6^2 = 6sqrt3$.
Jawaban: B
8. Dimensi Tiga – Jarak Titik ke Garis
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 8 cm. Jarak antara titik A ke garis CG adalah …
A. 8 cm
B. $8sqrt2$ cm
C. $8sqrt3$ cm
D. 4 cm
E. 0 cm
Pembahasan:
Garis CG adalah garis tegak lurus terhadap bidang ABCD.
Titik A berada pada bidang ABCD.
Jarak antara titik A ke garis CG adalah sama dengan jarak A ke C, karena CG tegak lurus terhadap bidang yang memuat A dan C.
Jika kita membayangkan dari atas, A dan C adalah titik sudut pada persegi alas. Jarak A ke C adalah diagonal alas.
Panjang diagonal alas kubus dengan rusuk $s$ adalah $d_alas = ssqrt2$.
Dalam kasus ini, $s = 8$ cm.
Jadi, jarak A ke C adalah $8sqrt2$ cm.
Tunggu, apakah pertanyaannya benar? Jarak titik A ke garis CG.
CG adalah rusuk vertikal. A adalah titik sudut di alas.
Jarak terpendek dari titik A ke garis CG adalah jarak tegak lurus.
Bayangkan titik A di koordinat (0,0,0). Maka C=(8,8,0) dan G=(8,8,8).
Garis CG adalah garis yang melalui (8,8,0) dan (8,8,8). Persamaan parametriknya bisa $x=8, y=8, z=t$.
Jarak dari A(0,0,0) ke garis $x=8, y=8, z=t$.
Titik pada garis CG yang terdekat dengan A adalah titik di mana vektor AP tegak lurus dengan vektor arah garis CG.
Vektor arah CG adalah (0,0,1) jika kita ambil G=(8,8,8) dan C=(8,8,0).
Misal P=(8,8,t). Vektor AP = (8,8,t).
Vektor AP harus tegak lurus dengan (0,0,1).
(8,8,t) . (0,0,1) = 0
$8(0) + 8(0) + t(1) = 0$
$t = 0$.
Jadi, titik terdekat pada garis CG adalah P=(8,8,0), yang merupakan titik C.
Jarak A ke P (yaitu C) adalah jarak diagonal alas.
Jarak AC = $sqrt(8-0)^2 + (8-0)^2 + (0-0)^2 = sqrt8^2 + 8^2 = sqrt2 times 8^2 = 8sqrt2$.
Jawaban: B
Bagian B: Uraian Singkat
Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan singkat.
9. Fungsi Kuadrat – Aplikasi
Sebuah bola diluncurkan ke atas. Ketinggian bola ($h$) dalam meter setelah $t$ detik diberikan oleh rumus $h(t) = -5t^2 + 20t$.
a. Berapa ketinggian maksimum bola?
b. Berapa lama bola berada di udara hingga kembali ke tanah?
Pembahasan:
a. Ketinggian maksimum terjadi pada titik puncak parabola.
Fungsi $h(t) = -5t^2 + 20t$ adalah fungsi kuadrat dengan $a=-5$ (negatif, sehingga ada nilai maksimum).
Waktu untuk mencapai ketinggian maksimum: $t = -fracb2a = -frac202(-5) = -frac20-10 = 2$ detik.
Ketinggian maksimum: Substitusikan $t=2$ ke dalam $h(t)$.
$h(2) = -5(2)^2 + 20(2) = -5(4) + 40 = -20 + 40 = 20$ meter.
b. Bola kembali ke tanah ketika ketinggiannya adalah 0, yaitu $h(t) = 0$.
$-5t^2 + 20t = 0$
Faktorkan:
$-5t(t – 4) = 0$
Ini memberikan dua solusi:
$-5t = 0 implies t = 0$ (saat bola diluncurkan)
$t – 4 = 0 implies t = 4$ detik (saat bola kembali ke tanah).
Jadi, bola berada di udara selama 4 detik.
10. Persamaan dan Pertidaksamaan Irasional
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan $sqrtx+3 = x-3$.
Pembahasan:
Untuk menyelesaikan persamaan irasional, kita kuadratkan kedua sisi untuk menghilangkan akar.
$(sqrtx+3)^2 = (x-3)^2$
$x+3 = x^2 – 6x + 9$
Pindahkan semua suku ke satu sisi untuk membentuk persamaan kuadrat:
$0 = x^2 – 6x – x + 9 – 3$
$0 = x^2 – 7x + 6$
Faktorkan persamaan kuadrat:
$0 = (x-1)(x-6)$
Ini memberikan solusi potensial $x=1$ atau $x=6$.
Penting: Karena kita mengkuadratkan kedua sisi, kita harus memeriksa kembali solusi potensial ini ke persamaan awal untuk memastikan tidak ada solusi asing.
-
Periksa $x=1$:
$sqrt1+3 = 1-3$
$sqrt4 = -2$
$2 = -2$ (Salah)
Jadi, $x=1$ bukan solusi. -
Periksa $x=6$:
$sqrt6+3 = 6-3$
$sqrt9 = 3$
$3 = 3$ (Benar)
Jadi, $x=6$ adalah solusi.
Selain itu, kita juga perlu memperhatikan syarat agar akar terdefinisi ($x+3 ge 0 implies x ge -3$) dan agar hasil akar bernilai non-negatif ($x-3 ge 0 implies x ge 3$).
Dari syarat $x ge 3$, solusi $x=1$ sudah tidak memenuhi.
Himpunan penyelesaiannya adalah $6$.
11. Trigonometri – Aturan Cosinus
Dalam segitiga PQR, diketahui panjang sisi $p=7$ cm, $q=8$ cm, dan sudut $R = 60^circ$. Tentukan panjang sisi $r$.
Pembahasan:
Menggunakan aturan cosinus:
$r^2 = p^2 + q^2 – 2pq cos R$
$r^2 = 7^2 + 8^2 – 2(7)(8) cos 60^circ$
$r^2 = 49 + 64 – 2(56) (frac12)$
$r^2 = 113 – 56$
$r^2 = 57$
$r = sqrt57$ cm.
12. Dimensi Tiga – Jarak Titik ke Garis
Diketahui limas segitiga T.ABC dengan alas segitiga sama sisi ABC berukuran 6 cm. Tinggi limas TA tegak lurus alas dengan panjang TA = 8 cm. Tentukan jarak titik A ke garis TC.
Pembahasan:
Ini adalah soal yang lebih kompleks yang melibatkan koordinat atau proyeksi vektor.
Mari kita gunakan sistem koordinat.
Misalkan A = (0,0,0).
Karena alas ABC adalah segitiga sama sisi, kita bisa menempatkan B dan C.
Misal B = (6,0,0).
Untuk C, jarak AC = 6, jarak BC = 6.
Misalkan C = $(x_C, y_C, 0)$.
$AC^2 = x_C^2 + y_C^2 = 6^2 = 36$.
$BC^2 = (x_C-6)^2 + y_C^2 = 6^2 = 36$.
$x_C^2 – 12x_C + 36 + y_C^2 = 36$.
Substitusikan $x_C^2 + y_C^2 = 36$:
$36 – 12x_C + 36 = 36$
$36 – 12x_C = 0$
$12x_C = 36 implies x_C = 3$.
Sekarang cari $y_C$:
$3^2 + y_C^2 = 36$
$9 + y_C^2 = 36$
$y_C^2 = 27 implies y_C = sqrt27 = 3sqrt3$.
Jadi, C = $(3, 3sqrt3, 0)$.
Tinggi limas TA tegak lurus alas, A=(0,0,0), T=(0,0,8).
Kita ingin mencari jarak titik A(0,0,0) ke garis TC.
Garis TC melalui T(0,0,8) dan C(3, $3sqrt3$, 0).
Vektor arah garis TC adalah $vecTC = C – T = (3, 3sqrt3, -8)$.
Ambil sebuah titik P pada garis TC. P = T + $t vecTC$
P = (0,0,8) + $t(3, 3sqrt3, -8) = (3t, 3sqrt3t, 8-8t)$.
Vektor AP = P – A = $(3t, 3sqrt3t, 8-8t)$.
Jarak terpendek terjadi ketika AP tegak lurus dengan $vecTC$.
AP $cdot vecTC = 0$.
$(3t, 3sqrt3t, 8-8t) cdot (3, 3sqrt3, -8) = 0$.
$3t(3) + 3sqrt3t(3sqrt3) + (8-8t)(-8) = 0$.
$9t + 27t – 64 + 64t = 0$.
$100t – 64 = 0$.
$100t = 64 implies t = frac64100 = frac1625$.
Sekarang kita cari vektor AP dengan nilai $t$ tersebut:
AP = $(3(frac1625), 3sqrt3(frac1625), 8-8(frac1625))$.
AP = $(frac4825, frac48sqrt325, 8 – frac12825)$.
$8 – frac12825 = frac200-12825 = frac7225$.
AP = $(frac4825, frac48sqrt325, frac7225)$.
Jarak A ke garis TC adalah panjang vektor AP:
$|AP| = sqrt(frac4825)^2 + (frac48sqrt325)^2 + (frac7225)^2$.
$|AP| = sqrtfrac2304625 + frac2304 times 3625 + frac5184625$.
$|AP| = sqrtfrac2304 + 6912 + 5184625$.
$|AP| = sqrtfrac14400625$.
$|AP| = fracsqrt14400sqrt625 = frac12025 = frac245$.
Jadi, jarak titik A ke garis TC adalah $frac245$ atau 4.8 cm.
Tips Menghadapi UTS Matematika:
- Pahami Konsep Dasar: Jangan hanya menghafal rumus. Pastikan Anda mengerti mengapa rumus tersebut berlaku dan bagaimana cara mengaplikasikannya.
- Latihan Soal Beragam: Kerjakan berbagai tipe soal, dari yang mudah hingga yang menantang. Ini membantu Anda terbiasa dengan berbagai variasi soal.
- Ulangi Materi yang Sulit: Jika ada topik yang terasa sulit, luangkan waktu ekstra untuk mempelajarinya kembali. Tanyakan kepada guru atau teman jika Anda mengalami kesulitan.
- Buat Catatan Rangkuman: Merangkum materi dan rumus penting dalam catatan pribadi dapat membantu Anda mengingatnya dengan lebih baik.
- Simulasikan Ujian: Cobalah mengerjakan soal-soal latihan dalam batas waktu tertentu untuk melatih manajemen waktu Anda saat ujian sesungguhnya.
- Istirahat Cukup: Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup sebelum hari ujian agar pikiran Anda segar.
Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang kuat terhadap materi, Anda pasti dapat menghadapi UTS Matematika Kelas X Semester 2 dengan percaya diri dan meraih hasil yang memuaskan. Selamat belajar!
